Kamis, 19 Desember 2013

MENGAPA HARUS JATUH CINTA...

MENGAPA HARUS JATUH CINTA??

Kenapa sih semua orang begitu ribet dan berkutat dalam cinta melulu? Rupanya cinta itu bukanlah sekedar perasaan yang dimiliki seorang manusia. Cinta bisa membuat Anda lebih bahagia dan ada banyak alasan yang mengharuskan Anda untuk merasakan jatuh cinta.
Mau tahu alasan apa saja yang membuat Anda perlu merasa jatuh cinta? Ini dia beberapa alasan pentingnya.

Cinta Membuat Anda Lebih Pintar
Cinta bisa membuat Anda lebih tenang secara jiwa dan raga. Memang sih, cinta tak lepas dari masalah dan liku-liku. Namun perasaan cinta yang sejati bisa membuat kemampuan Anda secara kognitif dan emosional meningkat.

Cinta Bisa Menurunkan Resiko Kanker
Sebuah studi dari Universitas Iowa mengatakan bahwa sebuah penelitian berhasil mengungkap fakta tentang perasaan bernama cinta ini. Seorang wanita yang mengalami kanker ovarium dan memiliki hubungan yang hangat dengan orang terdekatnya, cenderung mampu menyembuhkan dirinya sendiri.

Cinta Meningkatkan Daya Imunitas
Cinta terbukti memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Di antaranya adalah bagaimana cinta bisa membuat Anda lebih kebal terhadap penyakit dan menguatkan fungsi jantung. Jatuh cinta memang cenderung membuat Anda lebih sehat ketimbang patah hati.

Cinta Membuat Anda Panjang Umur
Banyak yang mengatakan bahwa mereka yang saling mencintai secara sederhana biasanya jauh lebih sehat dan panjang umur. Sementara mereka yang tidak jatuh cinta, cenderung cepat stres, merasa terisolir dan rawan mengalami kematian secara dini.

Cinta Mampu Menurunkan Kadar Kolesterol
Jatuh cinta memang membuat Anda makan lebih banyak, namun juga bisa membuat Anda terhindar dari kolesterol tinggi. Menurut penelitian Human Communication Research, mereka yang merupakan pasangan romantis, biasanya memiliki kadar kolesterol lebih rendah daripada mereka yang tidak.

Cinta Membuat Kita Lebih Awet Muda
Banyak pasangan ideal dan romantis biasanya memiliki wajah yang berseri meski menua. Dalam raut wajah mereka juga terpancar ekspresi yang enerjik dan optimis, dibanding mereka yang kekurangan cinta. 

Apakah tulisan ini benar atau salah? Buktikan sendiri dengan JATUH CINTA SESEGERA MUNGKIN... 

ALASAN DAGING BABI TIDAK LAYAK DIKONSUMSI

ALASAN DAGING BABI TIDAK LAYAK DIKONSUMSI


Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia. Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, memiliki sifat tamak, dan tidak memiliki kehendak dan daya juang, bahkan untuk membela diri sekalipun.
Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:


Cacing Taenia Solium
Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter. Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun.
Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas. Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.


Cacing Trichinia Spiralis
Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh. Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.
Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat. Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.


Cacing Schistosoma Japonicus
Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi. Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing ini berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.

Fasciolepsis Buski
Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.


Cacing Ascaris
Panjang cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.

Cacing Anklestoma
Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.


Calornorchis Sinensis
Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.

Cacing Paragonimus
Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.


Swine Erysipelas
Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.

Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan Kuman Rusiformas N.

Dalam berbagai argumentasi, sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut. Namun pengetahuan ini masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi?

Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing. Cacing tersebut diberi nama T. Saginata. Tapi babi sendiri kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing yang ada pada babi. Saginata yang ada pada babi melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi.

Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:

  • Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%
  • Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%
  • Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%
Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.

Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.

Jika ada yang bertanya: buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan? Kita bisa jawab: di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?

Tayangan www.youtube.com tentang daging babi (parodi):
·         http://www.youtube.com/watch?v=XdguyMJprsA

Eksperimen daging babi dan coke (dokumenter dan parodi):
·         http://www.youtube.com/watch?v=f3IOvFA8LLE&feature=related

Daging babi dan coke (serius):
·         http://www.youtube.com/watch?v=p2eEw26J0z8&feature=related

Senin, 18 Januari 2010

Cinta dan Pernikahan




Suatu pagi yang cerah, Plato menemui Socrates sang guru bertanya tentang Cinta dan Pernikahan.

Plato : “Wahai Guru, ajarkanlah kepadaku tentang apa itu Cinta dan Pernikahan

Socrates : “Apakah tidak ada pertanyaan lain yang lebih mudah dari itu hai muridku, dan apa gerangan yang mendorongmu menanyakan itu?”.

Plato : “Pertanyaan itu telah membuat tidurku tak nyeyak, makanpun tak enak duhai guru”


Socrates : “Baiklah kalau begitu, untuk mengetahui jawabannya masuklah kau kedalam hutan di depan sana…”

Plato : “Wah… apa pula hubungan pertanyaanku dengan hutan wahai guru dan apa yang harus aku lakukan di dalam sana?”


Socrates : “Silahkan berjalan memasuki hutan dan cari pohon yang kau anggap paling indah, tebang, lalu bawalah kehadapanku. Berangkatlah sekarang juga!”

Maka berjalanlah Plato sang murid menyusuri hutan lebat, ketika dia melihat sebatang pohon yang indah dan hendak menebangnya, maka terlintaslah dalam pikirannya “buat apa aku menebang yang ini, sementara hutan masih demikian luas, pasti masih ada pohon yang lebih indah di dalam sana”.

Pikiran serupa senantiasa muncul ketika ia akan menebang sebatang pohon yang dianggapnya paling indah. Sampai senja merambat turun, Plato pulang ke hadapan gurunya dengan tangan hampa.

Socrates : “Hai muridku Plato, mana pohon yang kupinta?”

Plato : “Maafkan aku duhai guru, aku belum menemukannya, aku yakin pohon itu ada di dalam hutan itu, tapi aku masih butuh waktu lebih lama untuk mencarinya”

Socrates : “Apa yang baru saja kau jelaskan, itulah hakikat cinta, ketika kau belum puas dengan apa yang ada dan kau masih akan terus mencari dan mencari, entah sampai kapan”

Plato manggut-manggut mendengarkan penjelasan Socrates, lantas bertanya,

Plato : “Nah apa perbedaannya dengan pernikahan?”

Socrates hanya tersenyum mendengar tanya Plato, perlahan dia berujar,

Socrates : “lakukanlah apa yang kuperintahkan kepadamu tadi sekali lagi di esok hari”

Plato : “Baiklah wahai guruku”

Keesokan harinya, Plato kembali memasuki hutan. Tapi berbeda dengan kemarin, sampai senja dia tidak membawa apa-apa. Hari ini ketika matahari belum lagi sampai sepenggalah, Plato sudah kembali kehadapan Socrates dengan membawa sebatang pohon.

Socrates : “Muridku plato, apakah pohon ini merupakan pohon yang terbaik menurutmu?”

Plato : “Maaf wahai guruku, harus aku akui bahwa pohon ini sudah cukup baik meskipun pohon ini bukanlah pohon yang terbaik”

Socrates : “Lalu kenapa pohon ini yang kau tebang?”

Plato : “Sebab saya tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali, sampai senja aku tak berhasil membawa apapun”

Mendengar jawaban muridnya, Socrates tersenyum lalu menjelaskan,

Socrates : “inilah hakikat pernikahan, ketika kau memilih salah-satu diantara yang baik meskipun engkau sadar bahwa itu belumlah yang terbaik. Bukankah kunci pernikahan terletak pada kerelaan untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing?” .

Plato : “Benar wahai guruku… terimakasih atas pencerahanmu ini”

Cinta itu semakin dicari, hasilnya semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, di saat dapat menahan keinginan dan harapan yang berlebih.

Ketika muncul pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… dan tiada sesuatu pun yang didapat.

Dan kesedihan lainnya Waktu dan Kesempatan tidak dapat diputar/kembali.

Kita harus melangkah ke depan….. tidak bisa berbalik ke belakang. Tak ada kesempatan lagi. So Terimalah cinta apa adanya.